Duapedang kembar melambangkan piso gaja Dompak, pusaka raja-raja Sisingamangaraja I-XII. Spoiler for Sejarah Bendera Merah Putih - Perang Aceh dll : Ketika terjadi perang di Aceh, pejuang - pejuang Aceh telah menggunakan bendera perang berupa umbul-umbul dengan warna merah dan putih, di bahagian belakang diaplikasikan gambar pedang, bulan Duapedang kémbar melambangkan piso gája dompak, pusaka rája-raja Sisingamangaraja l-XII. Bendera Merah Putih Berkibar Iso Gája Dompak Ketika terjadi perang di Aceh, pejuang-pejuang Aceh telah menggunakan bendera perang berupa umbul-umbul dengan warna merah dan putih, di bagian belakang diaplikasikan gambar pedang, bulan sabit, matahari Duapedang kembar melambangkan piso gaja dompak, pusaka raja-raja Sisingamangaraja I-XII. [5] [6] Menurut seorang Guru Besar sejarah dari Universitas Padjajaran Bandung , Mansyur Suryanegara semua pejuang Muslim di Nusantara menggunakan panji-panji merah dan putih dalam melakukan perlawanan, karena berdasarkan hadits Nabi Muhammad . PisoGaja Dompak; Sebilah pisau yang gagangnya berukuran gajah. Merupakan warisan peninggalan Raja Sisingamangaraja I dan dulu tidak dipakai untuk membunuh. Piso Silima Sarung; Kekhasan dari pisau ini yaitu dalam satu sarung terdapat lima bilah pisau. Tumpuk Lada; Efektif untuk pertempuran jarak dekat. Saat ini digunakan sebagai perhiasan saat Thename piso gaja dompak taken from the word which means the blade piso functioned for cutting or piercing, and the shape of the pointed and sharp. Called gaja dompak, look like elephant carving as it means on the gun handle. Piso Gaja Dompak, Batak typical weapon is the inheritance of the Kingdom of B atak. The existence of these weapons Senjatatradisional dari salah satu klan batak ini lebih identik dengan pusaka yang dimiliki oleh keluarga Sisingamangaraja. Piso Gaja Dompak berasal dari padanan kata Bahasa Batak, Piso yang berarti Pisau, kata Gaja Dompak berasal dari ukiran gajah yang terdapat pada senjata tradisional tersebut, memiliki filosofi gagah serta melambangkan RajaSisingamangaraja I sampai Raja Si Singamangaraja IX tidak diketahui kapan wafatnya dan dimana makamnya. Raja-raja ini setelah mempunyai keturunan dan merasa sudah ada penggantinya pergi merantau dan Piso Gaja Dompak tidak dibawanya. Foto Piso Gaja Dompak milik Raja Sisingamangaraja XII. Prof Dr. Laurence M: Belanda mendatangkan sahabat Raja Sisingamaraja yang merangkap informan beliau di Balige, yaitu ompung Manullang, ayah dari Tuan M.H Manullang. Ompung ini mengidentifikasikan mayat itu melalui dua ciri khas yaitu: Melihat bekas luka beliau di bahu pada waktu perang PusakaSisingamangaraja dari keturunan pertama hingga ke-12 semuanya berupa pusaka piso gaja dompak. Panji merah putih akhirnya dipakai Sisingamangaraja XII dengan menambahkan lambang piso gaja dompak yang dirupakan sebagai pedang kembar. 5. Kerajaan Aceh Salah satu wilayah kerajaan yang sangat sulit ditembus oleh Belanda adalah Kerajaan Aceh. SisingamangarajaXII menghadapi pasukan Korps Marsose sambil memegang senjata Piso Gaja Dompak. Kopral Souhoka penembak jitu pasukan Marsose mendaratkan tembakan ke kepala Sisingamangaraja XII tepat di bawah telinganya. Menjelang napas terakhir dia tetap berucap, Ahuu Sisingamangaraja. Duapedang kembar melambangkan piso gaja dompak, pusaka raja-raja Sisingamangaraja I-XII. 7. Ketika terjadi perang di Aceh, pejuang - pejuang Aceh telah menggunakan bendera perang berupa umbul-umbul dengan warna merah dan putih, di bagian belakang diaplikasikan gambar pedang, bulan sabit, matahari, dan bintang serta beberapa ayat suci Al Quran. PusakaPiso Gaja Dompak merupakan pusaka Sisingamangaraja sejak keturunan pertama sampai ke-12. Selanjutnya Sisingamangaraja XII menggunakan panji merah putih dan melengkapinya dengan lambang Piso Gaja Dombak yang dilambangkan dalam bentuk pedang kembar. Kerajaan Aceh abulyatama.ac.id LegendaRaja Sisingamangaraja XII Diposting oleh Kumpulan catatan Kehidupan di 06.57. PISO GAJA DOMPAK itu ada sejak Si Singamangaraja I yaitu sekitar pertengahan abad XVI masehi. PISO GAJA DOMPAK adalah lambang kerajaan Si Singamangaraja. Keris itu bukanlah sembarang keris. Keris panjang ini adalah salah satu terpenting di kerajaan Si SisingamangarajaXII Pahlawan, Tokoh. PISO GAJA DOMPAK itu ada sejak Si Singamangaraja I yaitu sekitar pertengahan abad XVI masehi. PISO GAJA DOMPAK adalah lambang kerajaan Si Singamangaraja. Keris itu bukanlah sembarang keris. Keris panjang ini adalah salah satu terpenting di kerajaan Si Singamangaraja yang di mulai dan berpusat di Bakara Sibatakadalah Aksara batak online. Meyediakan aksara Toba, Karo, Simalungun, Pakpak, dan Mandailing ihdb. Piso Gaja Dompak yaitu senjata tradisional yang datang dari Sumatera Utara. Nama piso gaja dompak di ambil dari kata piso yang bermakna pisau yang berperan untuk memotong atau menusuk, serta memiliki bentuk runcing serta tajam. Bernama gaja dompak lantaran bermakna ukiran berpenampang gajah pada tangkai senjata itu. Piso Gaja Dompak, senjata khas suku batak adalah pusaka kerajaan batak. Kehadiran senjata ini tidak bisa dipisahkan dari perannya dalam perubahan kerajaan Batak. Senjata ini cuma dipakai di kelompok raja-raja saja. Mengingat senjata ini dapat adalah suatu pusaka kerajaan, senjata ini tak di ciptakan untuk membunuh atau melukai orang lain. Juga sebagai benda pusaka, senjata ini dipercaya sebagaian masyarakat Batak mempunyai kemampuan supranatural, yang bakal memberi kemampuan spiritual pada pemiliknya. Senjata ini dapat adalah benda yang dikultuskan serta kepemilikan senjata ini yaitu hanya keturunan raja-raja atau mungkin dengan kata lain senjata ini tak dipunyai oleh orang diluar kerajaan. Belum ada catatan histori yang mengatakan kapan tepatnya Piso Gaja Dompak jadi pusaka untuk kerajaan Batak. Tetapi, dari hasil penelusuran penulis Piso Raja Dompak ini erat hubungannya dengan kepemimpinan Raja Sisingamaraja I. Hal semacam ini berdasar pada keyakinan orang-orang pada mitos datang dari kebiasaan lisan yang terdaftar dalam aksara. Bercerita perihal seseorang bernama Bona Ni Onan, putra bungsu dari Raja Sinambela. Diceritakan pada saat pulang dari perjalanan jauh, Bona Ni Onan merasakan istrinya Boru Borbor tengah hamil tua. Dia juga menyangsikan kandungan istrinya itu. Hingga disuatu malam ia punya mimpi didatangi Roh. Roh itu menyampaikan bahwa anak dalam kandungan istrinya yaitu titisan Roh Batara Guru serta nantinya anak itu bakal jadi raja yang bergelar Sisingamaraja. Bona Ni Onan lalu meyakinkan kebenaran mimpi itu pada istrinya. Istrinya juga bercerita bahwa saat ia mandi di tombak sulu-sulu rimba rimba, ia mendengar nada gemuruh serta Terlihat sinar merasuki badannya. Sesudah tahu bahwa dianya hamil. Ia juga yakin bahwa saat itu ia bersua dengan roh Batara Guru. Saat kehamilannya meraih 19 bln. serta kelahiran anaknya juga dibarengi badai topan serta gempa bumi dahsyat. Oleh karena tersebut putranya ia beri nama Manghuntal yang bermakna gemuruh gempa. Beranjak dewasa Manghuntal mulai memberikan sifat-sifat ajaib yang menguatkan ramalan bahwa dianya yaitu calon raja. Di saat remaja, Manghuntal pergi menjumpai Raja Mahasakti yang bernama raja Uti untuk beroleh pernyataan. Ketika ia akan menjumpai Raja Uti, ia menanti sembari mengonsumsi makanan yang suguhkan oleh istri raja. Saat itu dengan cara tak berniat ia merasakan Raja Uti bersembunyi di atap dengan rupa seperti moncong babi. Raja Uti juga menegur manghuntal, ia juga mengemukakan maksud kehadirannya menjumpai raja serta meminta seekor gajah putih. Raja Uti juga bersedia berikan dengan prasyarat Manghuntal mesti membawa pertanda-pertanda dari seputar lokasi Toba, Manghuntal juga menurut. Kemudian Manghuntal kembali menjumpai Raja Uti dengan membawa kriteria dari Raja Uti. Raja Uti lalu memberi seekor gajah putih dan dua pusaka kerajaan yakni Piso Gajah Dompak serta suatu tombak yang ia namai Hujur Siringis. Konon, Piso Gaja Dompak tidak bisa dilepaskan dari pembungkusnya terkecuali oleh orang yang mempunyai kesaktian serta Manghuntal dapat membukanya. Pasca itu Manghuntal betul-betul jadi raja dengan Sisingamaraja I. hingga sekarang ini orang-orang Batak masih tetap meyakini mitos ini. Terkecuali juga sebagai pusaka yang demikian dihormati serta dikultuskan, Piso Gaja Dompak ini berisi symbol-simbol yang berarti filosofis. Bentuk runcing dari senjata ini, dalam bahasa Batak dimaksud dengan Rantos yang berarti ketajaman memikirkan dan kecerdasan intelektual. Tajam lihat persoalan serta kesempatan, juga dalam menarik rangkuman serta melakukan tindakan. Tersirat bahwa pemimpin Batak mesti mempunyai ketajaman memikirkan serta kecerdasan dalam lihat suatu masalah. Senantiasa lakukan musyawarah dalam memutuskan serta mengambil satu aksi juga sebagai bentuk dari 'kecerdasan serta ketajaman memikirkan serta meihat persoalan'. Ukiran berpenampang gajah disangka di ambil dari mitos memberi piso gaja dompak serta seekor gajah putih pada Manghuntal atau Sisingamaraja I. Piso Gaja Dompak yaitu lambang kebesaran pemimpin batak, pemimpin batak mempunyai kecerdasan intelektual untuk berbuat adil pada rakyat serta bertanggungjawab pada Tuhan. Menurut hasil wawancara dengan cucu Sisingamaraja XII yakni Raja Napatar, satu diantara sumber mengatakan bahwa Piso Gaja Dompak ada di Museum Nasional. Senjata atau pusaka Piso Gaja Dompak ada di satu diantara museum Batak TB Silalahi Balige berbarengan dengan stempel kerajaan Sisingamaraja. A escolha do piso para garagem interna ou externa requer uma avaliação cuidadosa do projeto arquitetônico — a qualidade e a durabilidade dos materiais são quesitos que devem ser atentados para não ter frustrações após a projetos modernos, a garagem não cumpre apenas o papel de proteger os automóveis e motocicletas — elas podem ser um ambiente para armanzenamento de itens diversos, além dos ferramentários. A garagem ainda pode ser um local de convívio, e em alguns projetos, elas avançam sobre a entrada residencial e até mesmo no hall de entrada ou na dão todo o valor a este local, para proteger e destacar seus itens valiosos, mas esta é uma ocasião os principais tipos de pisos para garagem e acerte na escolhaOs tipos de pisos para a garagem variam drasticamente, com materiais diversos e diferentes aplicações, há sempre um que pode se adequar ao seu projeto. Conheça agora os principais tipos de pisos para garagens com referências visuaisPiso de cerâmicaO piso cerâmico oferece bastante resistência ao trânsito constante no ambiente, como é o caso dos automóveis. Por ser versátil, eles possuem paginações diferentes, além de ser um material fácil de limpar, não mancha e costuma ser uma das opções mais econômicas no 1 – Garagem com piso cerâmico 2 – Cerâmica simples para de porcelanatoO porcelanato é um dos queridinhos quando o assunto é revestimento! Eles possuem um mercado bem amplo, então é possível escolher o modelo que mais se adequa ao seu estilo e ao 3 – Garagem com piso de porcelanato de concreto. Nessa garagem, a tendência do cimento queimado invadiu as placas e revestiram toda a área da garagem!Imagem 4 – Para ambientes integrados, prefira os cerâmicos ou porcelanatos. Ele é vendido em formato de placas e costuma ser mais caro que a cerâmica tradicional. Porém com uma infinidade de de porcelanato polidoO piso de porcelanato oferece um visual mais bonito e sofisticado no ambiente fechado, possibilitando uma variedade de cores e texturas diferentes. No momento da escolha, prefira os esmaltados que são mais 5 – Garagem com piso de porcelanato de concretoImagem 6 – O piso de concreto liso pode receber o acabamento em cimento 7 – Piso de concreto para vinílicoImagem 8 – Os pisos vinílicos são uma ótima opção para ter o efeito modular vinílicoImagem 9 – Revestimento modular vinílico. Essa marca americana, a Swisstrax, oferece um material diferente para o piso da garagem. Fabricados com estabilizadores UV, eles são altamente resistentes e suportam pesos elevados dos automóveis, além de ter uma manutenção 10 – Personalize seu piso de garagem. São azulejos modulares com uma disponibilidade em 19 cores, então é possível criar desenhos formando uma composição criativa e original para a de borrachaImagem 11 – O piso de borracha possui uma solução prática que une beleza, economia e tem fácil instalação. Os pisos de borracha são produzidos a partir da reciclagem do PVC, com design estilo moeda várias circunferências em sua aparência. Eles ainda reduzem o tempo de mão de obra com sua fácil instalação e são ideais para locais com grande em fulgetConhecido também como granilite lavado ou polido, o fulget é um piso de base cimentícia, com diferentes grânulos de pedras britadas e pode ser trabalhado com cores e composições personalizadas. Por ter uma textura áspera e antiderrapante, pode ser aplicado em áreas externas como calçadas, garagens e 12 – Garagem com piso em epóxiO epóxi é uma resina aplicada no piso que oferece diferentes cores e tonalidades para atender a proposta de cada projeto. O piso epóxi possui forte resistência, alta durabilidade, praticidade na limpeza e rápida instalação. É comum encontrarmos em garagens comerciais como shoppings, academias, supermercados e até em empreendimentos 13 – O piso monolítico sem emendas facilita a demarcação de vagas e a sinalização dos 14 – O piso epóxi é um modelo que está em alta na decoração e pode revestir sua garagem de pedraImagem 15 – Garagem com piso de pedra. O piso de pedra é resistente e deixa a garagem mais elegante e sofisticada, sendo uma boa alternativa, especialmente quando bem colocado evitando o desnível.Imagem 16 – Garagem com piso de pedra mineira. A pedra mineira, aquela geralmente encontrada ao redor das piscinas, é uma opção para revestir o piso da garagem, porém, possuí um custo mais elevado que os outros materiais. Veja que neste projeto a pedra combinou com os detalhes da madeira dos caibros, porta e 17 – O mosaico de pedras no chão formam um belo desenho e ainda deixam o toque urbano para o interior de sua intertravadoImagem 18 – Os pisos intertravados são os mais indicados para áreas externas. O piso intertravado é muito utilizado em calçadas e espaços urbanos, por isso é uma ótima opção para garagens abertas. Esse tipo de revestimento consiste em peças de concreto produzidas em diversas cores e formatos que se encaixam entre si, formando uma composição no piso. São resistentes, antiderrapantes, tem fácil manutenção e drenam a água da chuva evitando concregrama é o de piso de concreto que permite o cultivo de grama e é altamente drenante. Geralmente são colocadas na entrada de garagem, pois oferecem um visual mais bonito na fachada, mas também não impendem de construir uma vaga externa com esse tipo de 19 – O piso em concregrama é um dos mais utilizados para entradas de 20 – Essa garagem ganhou dois modelos de pisos a concregrama e o azulejo 21 – A concregrama no acesso determina o paisagismo dessa casa, e para não fugir da proposta a escolha foi por utilizar placas de concreto na portuguesasImagem 22 – Como o pergolado possui frestas abertas, a escolha da pedra portuguesa no chão mantém o piso seguro e harmoniza com o restante dos outros materiais do 23 – Garagem com piso de pedra de concretoEsse tipo de piso consiste em placas feitas com concreto aplicadas através de juntas para dilatação nas quais podem ser ser inseridas as pedras permeáveis. É um piso adequado para garagens abertas, porém necessita uma resina na superfície, para reduzir a absorção de óleo e 24 – Placas de concreto são resistentes ao atrito constante da 25 – Como o ambiente possui uma decoração mais sóbria, o piso em ardósia caiu perfeitamente. O tradicional piso em ardósia pode resultar em um ambiente refinado. Neste projeto, o piso frio foi uma opção elegante e econômica. Por isso é muito importante incorporar o que o ambiente já possui em um novo projeto, evitando desperdícios emborrachadaImagem 26 – Piso com pintura de madeiraImagem 27 – Decks de madeira decoram, porém requerem um certo dicas para pisos de garagensAgora que você conhece os principais tipos e materiais adequados para aplicar no piso da garagem, confira mais dicas profissionais e inspire-seImagem 28 – Inove no formato do piso cerâmico liso. A peça com seis lados iguais lembra o formato de uma colméia e se tornou tendência no ramo dos revestimentos decorativos. É uma alternativa moderna para fugir dos formatos tradicionais, resultando em uma decoração diferenciada para quem é adepto das formas 29 – Você pode delimitar a área da vaga do carro com uma cor diferente do restante do piso. Setorizar o espaço é a melhor forma de marcar visualmente as diferentes funções que um ambiente oferece. Como essa garagem possui uma área de convivência integrada, erguer uma parede não seria a melhor opção, já que elas causam a impressão de uma área menor. Por isso a pintura neste projeto mostra como solucionar problemas de espaços e a estética, sem precisar de uma grande 30 – Opte pelos pisos antiderrapantes. Eles evitam os acidentes domésticos na circulação, principalmente em dias chuvosos onde a umidade acaba entrando para o interior da 31 – A pintura em tinta látex possibilita desenhos e um jogo de cores incrível na garagem. Com a base de concreto, a pintura com a tinta específica deve ser aplicada sobre o contrapiso queimado corretamente, e este deve ser bem preparado. É muito utilizado para sinalizações em garagens residenciais e 32 – Garagem com piso cerâmico emborrachado. Este piso de cerâmica, ao contrário do tradicional, não faz barulho e ainda é antiderrapante. Seu maior problema é a limpeza, pois os resquícios de óleo do carro tendem a acumular neste tipo de piso. Por isso é ideal em garagens residenciais com ambientes 33 – Garagem com piso de concreto. O piso de concreto possui um ótimo custo benefício, pois além de ser uma opção barata ele oferece um visual neutro e apresenta a vantagem de poder receber um novo revestimento sobre ele no 34 – O mesmo piso da calçada pode ser utilizado na área da garagem externa. Isso pode ser feito de modo que haja harmonia entre os materiais escolhidos. O paisagismo é fundamental na construção de uma residência, por isso, sua função é integrar os espaços de forma natural, interagindo com a arquitetura e seus 35 – Delimite as áreas com uma pintura no piso. Para essa aplicação, o piso deve ser cimentício e é essencial observar o tempo de cura do concreto caso o piso seja novo, limpar bem o local que receberá a tinta pois não deve haver nenhuma trinca ou 36 – Neste projeto, o cinza invade a construção e o paisagismo. O piso em concreto é resistente, de fácil manutenção, recomendado para garagens externas ou abertas na lateral e é um material durável, desde que seja bem 37 – Combine o piso da garagem com o lado externo da 38 – Procure um piso cerâmico clean para ter um visual moderno na 39 – Solução para garagem integrada ao lounge. Os tapetes são ótimos itens decorativos para tirar o ar de garagem no ambiente, e ainda oferecem um clima mais aconchegante para o local. Além disso, eles delimitam o espaço da vaga do carro e da 40 – A diversidade dos desenhos do piso intertravado. O bacana das peças separadas é a infinidade de composições que podem ser feitas. Ela pode ser posicionada na horizontal, vertical, diagonal, formando paginações diferentes no chão. Nesse caso ela foi intercalada na horizontal e vertical formando um desenho movimentando para o 41 – O piso bege com textura granilhada leva segurança, um aspecto leve e agradável para o espaço. Esse piso é uma cerâmica com acabamento esmaltado, oferecendo brilho à superfície e valorizando o espaço, devido a sua cor bege. Sua textura granilhada leva maior segurança para áreas molhadas e na garagem, suporta grandes 42 – Brinque com o tom sobre tom na decoração da 43 – Piso de concreto com acabamento em cimento queimado e 44 – Combine o mesmo material para revestir o piso e as paredes da 45 – Garagem integrada com espaço de 46 – Uma das desvantagens da cerâmica é o barulho causado pelo atrito do piso e o pneu do 47 – Delimite a área da vaga com uma paginação de piso em aço 48 – A peça com padronagem maior é ideal para garagens 49 – Garagem com piso de cerâmica cinza e contornos 50 – A casa moderna possui a garagem em um nível mais alto, o que permitiu mais segurança para a escolha de um piso 51 – As placas modulares de borracha são versáteis na 52 – Para combinar com o ar industrial da garagem, coloque um piso com 53 – Garagem com piso em blocos pequenos de 54 – A cerâmica poder ser utilizada em diversos 55 – Para a garagem aberta, escolha pela cerâmica com textura mais áspera ou 56 – Garagem interna e externa com pisos 57 – Como a garagem possui uma continuidade com a calçada, manter o mesmo piso foi uma ótima solução. Dependendo da arquitetura, essa ideia pode funcionar muito bem. Se a garagem compor com a fachada, o visual deve acompanhar a escolha dos materiais a serem utilizados. Muitos acabam por optar pelo mesmo material da calçada. O concreto intertravado e as pedras naturais são os indicados para a garagem externa por serem drenantes e resistentes aos veículos. No entanto, por serem porosos, os resíduos dos carros são absorvidos pelo piso tornando a limpeza mais 58 – A cerâmica deu um visual moderno para a garagem com 59 – Garagem com piso de cerâmica 60 – Observe que a delimitação da vaga de garagem é feita com a mudança de piso. PARBOABOA – Sisingamangaraja XII memiliki nama asli Patuan Bosar Ompu Pulo Batu Sinambela. Lahir pada tanggal 18 Februari 1845 di Bakkara, Sumatera Utara. Sisingamangaraja XII merupakan seorang raja di Negeri Toba dan menjadi salah satu tokoh yang membantu melakukan perlawanan terhadap penjajahan Bangsa Belanda sejak tahun 1878. Gelar Sisingamangaraja XII diperoleh berdasarkan silsilah keluarga Marga Sinambela yang memiliki arti “Raja Singa Agung”. Beliau naik tahta menggantikan ayahnya yang meninggal dunia pada tahun 1876 yakni Sisingamangaraja XI yang bernama Ompu Raja Sohahuaon Sinambela. Bentuk-bentuk Perlawanan Sisingamangaraja XII Alasan Sisingamangaraja XII melakukan perlawanan karena ia menentang adanya upaya Kristenisasi yang dilakukan Belanda dan juga upaya untuk menguasai seluruh daerah tanah Batak. Awal mula perlawanan Sisingamangaraja XII dilakukan pada Februari 1878 dimana pasukan Belanda sampai di Pearaja tempat kediaman penginjil Ingwer Ludwig Nommensen. Bersama penginjil tersebut dan seorang penerjemah bernama Simoneit, pasukan Belanda menuju Bahal Batu untuk membangun benteng pertahanan. Kehadiran tentara kolonial ini tentu saja memprovokasi Sisingamangaraja XII. Beliau bertekad untuk mempertahankan daerah kekuasaanya di Tapanuli dari invasi Belanda. Beliau juga ingin agar masyarakat tetap berada dalam kehidupan tradisional, bebas dari segala pengaruh dan intervensi dari negara-negara lain, serta menolak penyebaran agama Kristen di Tanah Batak. Pada 16 Februari 1878, Sisingamangaraja XII mengumumkan perang yang ditandai dengan penyerangan ke pos Belanda di Bahal Batu tersebut. Sebagai respon atas serangan itu, Kolonial Belanda dibawah pimpinan Kolonel Engels dari Sibolga datang membawa penambahan pasukan sebanyak 250 tentara untuk menyerang Bakkara yang diketahui merupakan markas dari Sisingamangaraja XII. Dalam penyerangan itu, pasukan Kolonial Belanda tersebut berhasil menaklukkan Bakkara. Beruntung Sisingamangaraja XII beserta pengikutnya berhasil menyelamatkan diri dan keluar mengungsi untuk sementara waktu. Para raja yang tertinggal di Bakkara dipaksa Belanda untuk bersumpah setia dan kawasan tersebut dinyatakan berada dalam kedaulatan pemerintah Hindia Belanda. Walaupun dalam pengungsian, Sisingamangaraja XII tidak diam begitu saja. Dia tetap melakukan perlawanan secara Gerilya untuk beberapa kawasan seperti Butarbutar, Huta Ginjang, Lobu Siregar, Naga Saribu, Gurgur. Tetapi perlawanannya tersebut gagal. Pada tahun 1883-1884, Ia dan para pengikutnya kembali berkumpul dan menyusun rencana untuk meluncurkan serangan yang dibantu oleh Kerajaan Aceh. Mereka menyerang Belanda di Uluan dan Balige pada Mei 1883 dan Tangga Batu pada 1884. Melihat perlawanan yang dilakukan Sisingamangaraja XII, membuat Belanda tidak tinggal diam. Di tahun 1907, Belanda kembali memperkuat pasukannya dengan persenjataan lengkap. Dengan pasukan yang diberi nama Korps Marsose, Belanda melakukan penyerangan di perbatasan Kabupaten Tapanuli Utara dan Kabupaten Dairi. Dalam Penyerangan ini, Korps Marsose berhasil membuat Sisingamangaraja XII kewalahan dan terkepung. Sisingamangaraja XII akhirnya gugur dalam pertempuran ini sambil memegang senjata Piso Gaja Dompak. Kopral Souhoka, sebagai penembak jitu pasukan tersebut berhasil mendaratkan tembakan ke kepala Sisingamangaraja XII tepat dibawah telinganya. Darah yang menempel di tubuhnya ternyata menjadi titik lemah Sisingamangaraja XII. Dia pun berhasil dilumpuhkan dengan peluru tajam yang sebelumnya dilumuri darah babi. Menjelang napas terakhir, dia tetap berucap “Ahu Sisingamangaraja”. Dalam pertempuran tersebut kedua putranya yang bernama Patuan Nagari dan Patuan Anggi serta putrinya yang bernama Putri Lopian ikut gugur. Sementara keluarganya yang lain ditawan di Tarutung. Sebelum Sisingamangaraja XII dikebumikan Belanda secara militer pada 22 Juni 1907 di Silindung, mayatnya diarak dan dipertontonkan kepada masyarakat Toba. Penghargaan Dari Pemerintah Republik Indonesia Untuk Sisingamangaraja XII Sejak 14 Juni 1953, makamnya dipindahkan ke Makam Pahlawan Nasional di Soposurung, Balige, yang dibangun oleh Pemerintah, masyarakat dan keluarga. Sisingamangaraja XII pun digelari Pahlawan Kemerdekaan Nasional dengan Surat Keputusan Pemerintah Republik Indonesia No. 590 pertanggal 9 Nopember 1961. Kesaktian Sisingamangaraja XII Sisingamangaraja XII merupakan tokoh terakhir yang menjadi pemimpin parmalim kepercayaan zaman dahulu. Dia dianggap Raja Dewa dan titisan Batara Guru, karena Sisingamangaraja diyakini memiliki kesaktian yang mampu mengusir roh jahat, mengeluarkan hujan, dan mengendalikan proses penanaman padi. Pada saat perang berlangsung di Tangga Batu, Sisingamangaraja XII juga beberapa kali menunjukkan kesaktiannya, yaitu Sewaktu rombongan Sisingamangaraja XII melalui Tangga Batu ingin minum, namun mata air ataupun bendar tidak tampak sama sekali, sementara teriknya matahari tidak tertahan lagi. Di dekat kaki Dolok Tolong, Sisingamangaraja mengambil tongkatnya dan dengan tongkatnya tersebut mata air dikorek dari tanah, sehingga rombongan dapat minum. Sampai saat ini, mata air tersebut masih digunakan sebagai air minum di kampung Pallanggean. Pada saat rombongan telah sampai di Tangga Batu dan akan merundingkan sesuatu dengan rakyat, terjadi kekurangan bahan pangan. Daging yang akan dijadikan makanan rakyat yang berkumpul tidak ada. Sementara tempat pengembalaan ternak kerbau dan lembu jauh dari lokasi mereka saat ini. Tiba-tiba kerbau milik seorang bernama Pagonda Tampubolon dapat dipanggil datang ke kampung dan disembelih. Bila Sisingamangaraja XII melintasi suatu daerah, segala orang tahanan harus dibebaskan. Karena Sisingamangaraja XII pernah berujar kepada Humbil yang pernah menahan warga, “Bila saya datang Raja SisingamangrajaXII, sepantasnya rakyatku harus dilepaskan”. Akan tetapi Humbil mengabaikannya, sehingga sewaktu rombongan Sisingamangaraja XII hendak meninggalkan kampung tersebut, maka dengan sekonyong-konyongnya terjadilah angin topan yang sangat hebatnya dikampung itu dan disusul pula dengan ular-ular yang bermacam-macam datang mengerumuni kampung tersebut. Selain memiliki kesaktian yang berhubungan dengan alam, Ia juga diyakini memiliki kesaktian kebal terhadap peluru. Walau pada akhirnya dia gugur karna sebuah tembakan yang mengenai kepalanya. Peninggalan Dari Perjuangan Sisingamangaraja Pasukan Belanda menemukan sebilah pedang yang diduga digunakan oleh Sisingamangaraja XII pada saat berperang, yaitu Piso Gaja Dompak. Saat ini, pedang tersebut telah menjadi koleksi Nationaal Museum van Wereldculturen, Belanda.

piso gaja dompak sisingamangaraja